Senin, 07 Januari 2013

REZA SAPUTRA F01111066




FESTIVAL SENI BUDAYA MELAYU  VIII

Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat menggelar Festival Seni Budaya Melayu VIII di Kota Pontianak pada 17-23 Desember 2012. "Peserta festival terdiri dari 13 kabupaten/kota, kecuali Majelis Adat Budaya Melayu Ketapang yang tidak ikut,". Selain itu ada juga peserta dari luar daerah, ada peserta asal Pekanbaru, Aceh, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Tema festival itu sendiri adalah  "Seni Cemerlang Melayu Gemilang". Artinya, mengembangkan kesenian dan budaya Melayu agar ke depannya lebih berkreasi dan lestari,
Pada festifal budaya melayu kali ini, di meriahkan oleh perlombaan beberapa acara yang bersifat kesenian seperti : Tangkai Syair Melayu, Tangkai Berbalas Pantun, Tangkai, dan Vocal Group Lagu Daerah. Acara tersebut dimeriahkan oleh berbagai kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan barat. Hadirin maupun peserta terlihat sangat antusias dalam pergelaran festival tersebut. Ini terlihat dari banyaknya hadirin yang menghadiri acara tersebut. Para peserta juga terlihat sangat bersemangat mengikuti lomba tersebut. Tampilan mereka sangat baik dan cukup menarik perhatian para penonton. Bahkan tidak sedikit dari penonton yang rela duduk dilantai untuk melihat tampilan dari para peserta.
Diluar gedung kita bisa melihat banyak stand-stand pemeran dari berbagai daerah yang ada di Kalimantan barat. Beberapa daerah tersebut anatara lain kabupaten sanggau, kabupaten sambas, kabupaten sintang, kabupaten Kapuas hulu, kabupaten Pontianak, dan masih banyak lagi. Daerah-daerah tersebut banyak memperlihatkan berbagai macam produk andalan daerah masing-masing, baik dari kuliner, pariwisata hingga sejarah daerah masing-masing. Namun pada pameran tersebut harga yang mereka jual terlalu mahal, sehingga tidak sesuai dengan kantong kami para mahasiswa.
Untuk Vocal Group Lagu Daerah sendiri di laksanakan pada tanggal 21, yang di ikuti oleh perwakilan setiap peserta kabupaten/kota yang ikut memeriahkan acara Festival Seni Budaya Melayu VIII. Pada saat pelaksanaan perlombaan, sepertinya panitia kurang siap, itu terlihat dari banyaknya kendala yang di hadapi peserta, yang tentunya sangat merugikan kontestan yang tampil untuk menunjukan lagu daerah mereka masing – masing. Seperti yang di alami oleh peserta dari kabupaten kayong utara yang merupakan penampilan pembuka dari perlombaan Vocal Group Lagu Daerah. Padasaat mereka tampil suara dari vocal group tersebut tidak kedengaran sehingga penonton kurang menikmati persembahan dari mereka. Begitu juga yang di alami oleh peserta ke dua dari kota singkawang, saat ingin memulai penampilan mereka terlehat panitia kewalahan dalam mempersiapkan sound system. Akan tetapi terlepas dari hal tersebut, untuk keseluruhan acara tersebut sangatlah menarik dan perlu di tingkatkan lagi untuk kedepannya.
FSBM VIII juga dimeriahkan dengan berbagai pameran dari MABM 13 kabupaten/kota dan kuliner Melayu yang akan digelar di halaman Rumah Melayu, ambahnya. Chairil berharap ke depan FSBM menjadi lebih ramai, variatif, dan bisa mengikutkan kelompok Melayu dari daerah lain. Selain itu, akan menonjolkan segala sesuatu yang menjadi ciri khas Melayu diminta untuk ditonjolkan. Seperti kuliner, permainan rakyat, dan berbagai macam seni. Mulai dari tari, musik, dan lain sebagainya. Seperti stand dari kabupaten sambas di stand ini menyajikan makanan khas sambas seperti bubur pedas dan dodol, selain itu juga terdapat gambar yang menceritakan kondisi sambas pada zaman dahulu. Untuk penak pernik, dari stand kabupaten sambas menjual kerajinan khas sambas seperti kain tenun dan hasil kerajinan tangan.
Pasti tidak asing lagi bila mendengar  kerupuk basahkan? Ya, ini merupakan makanan khas dari daerah Kapuas Hulu yang yang menjual kerupuk basah. Kerupuk basah ini terbuat dari ikan, kerupuk ini dikatakan basah karena emang bentunya basah tidak seperti kerupuk jenis lainnya yang di goreng. Kerupuk basah ini dimakan dengan menggunakan bumbu kacang yang pedas manis dan kental dan rasa nya yang enak dan mengeyangkan. Untuk satu porsi kecil penjual menghargakannya dengan harga Rp12000,00 . Kita juga bisa membeli kerupuk untuk oleh-oleh orang di rumah. Disamping stan Kapuas Hulu ada stan dari daerah Kabupaten Kubu Raya. Tampak seorang penjaga stan yang duduk menjaga stannya.stan ini yang memamerkan hasil kerajinan makanan olahan mereka yaitu pisang salai atau lengkeng pisang. Mereka juga menampilkan cara pembutankeripik pisang dengan jumlah yang banyak. Pisang yang digunakan yaitu pisang kepo. Pisang ini bagus untuk dibuat lengkeng pisang atau pisang salai.
Masih banyak lagi stand – stand dari daerah lain yang menyediakan pernak pernik dan makanan khas dari daerah masing – masing. Untuk secara keseluruhan acara seperti ini sangat bagus karena selain untuk menjadi salah satu referensi hiburan, juga bisa di jadikan salah satu daya tarik pariwisata di kal-bar serta bisa di jadikan ajang untuk melestarikan budaya bangsa, khususnya budaya melayu.



AEMINAR INTERNASIAONAL MELAYU GEMILANG

Selain Festival Seni Budaya Melayu Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat juga mengelar seminar internasional tentang Seni dan Budaya Melayu kerja sama Pusat Penelitian Kebudayaan Budaya Melayu Universitas Tanjungpura Pontianak, yang akan menghadirkan 105 pemakalah. Di antaranya dari Untan Pontianak, serta 25 pemakalah dari luar, seperti dari Brunei Darussalam enam pemakalah, Kuching enam pemakalah, sisanya 13 pemakalah dari Malaysia,
            Dalam seminar tersebut, salah satu pemakalah membahas tentang budaya melayu dan membandingkannya dengan budaya dari Negara lain. Seperti pada cerita lokal terdapat kearifan lokal yang mencerminkan budaya dan karekter bangsa. Sedangkan pada cerita dari Negara lain pemakalah pada saat itu membandingkannya dengan cerita sincan dari jepang, yang sangat tidak mendidik, karena cerita sincan sebernarnya adalah hiburan buat anank – anak akan tetapi dalam cerita tersebut sangat tidak mencerminkan ahlak seorang anak – anak, di mana dalam penggalan cerita tersebut menunjukan salah satu percakapan yang sangat vilgar bagi seorang anak – anak.
            Ke depan diharapkan lebih banyak lagi yang muncul, karena sering kali pemerintah kita tidak terlalu serius menganggarkan event-event seperti ini. Padahal luar biasa membantu program pemerintah. Kalau masyarakat menyukai seni dan mengembangkan budaya mereka, tentu mereka menghindari segala sesuatu yang sifatnya negatif, paparnya. Pihaknya bertekad ke depan akan melakukan kajian-kajian. Agar tidak hanya sebatas bisa dilihat tetapi juga dibaca. Itu yang penting untuk peninggalan generasi muda mendatang.
Saya kira dengan sendirinya event ini menasional. Karena sejumlah televisi nasional juga ikut serta menyiarkan. Biarlah Riau, Medan, Ambon, dan Kalbar melakukannya sendiri. Lebih banyak lebih bagus. Kalau dipusatkan satu tempat akan merepotkan, pungkasnya. Peserta FSBM VIII diikuti dari 13 kabupaten/kota, terkecuali MABM Ketapang yang tidak ikut, kemudian dari Pekanbaru, Provinsi Aceh, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Sumber.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar