Kamis, 10 Januari 2013

DWI AYU PUSPITASARI F01111017




FESTIVAL SENI BUDAYA MELAYU DI KOTA PONTIANAK
Pada tanggal 17 Desember 2012 diadakan Festival Seni Budaya Melayu yang digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Festival diselenggarakan oleh Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat. Festival Seni Budaya Melayu ini merupakan Festival yang ke delapan dan akan diadakan pada tanggal 17 Desember 2012 sampai dengan 23 Desember 2012. Tema Festival Seni Budaya Melayu tahun ini adalah "Seni Cemerlang Melayu Gemilang" yang artinya mengembangkan kesenian dan budaya Melayu agar ke depannya lebih berkreasi dan lestari. Peserta festival dari sekitar 13 kabupaten atau kota,  seperti Kabupaten Kapuas Hulu, Sanggau, Singkawang, Kayong Utara, Kubu Raya, dan Kota Pontianak. Yang tidak ikut hanya Majelis Adat Budaya Melayu Ketapang. Festival turut dihadiri oleh seluruh raja-raja di Kalimantan Barat (Kalbar). Peserta dari luar daerah yang ikut ada peserta yang berasal dari Pekanbaru, Aceh, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Festival dibuka oleh Sekretaris Daerah Kalimantan Barat M Zeet Hamdy Assovie yang mewakili Gubernur Kalimantan Barat di halaman Rumah Adat Melayu di Kota Pontianak. Acara pembukaan ini berlangsung sangat meriah. Pembukaan ditandai dengan pemukulan tahar didampingi oleh Ketua Umum Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat Chairil Effendy dan Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten atau Kota se-Kalbar. Adapun berbagai kegiatan yang diadakan pada pembukaan pada hari senin ini diantaranya ada pawai budaya jalan kaki, yang akan dimeriahkan oleh sekitar 18 kelompok, lima marching band, Majelis Adat Budaya Tionghoa, Ikatan Keluarga Besar Madura, dan organisasi etnis yang ada di Kalimantan Barat. Dengan rute mulai di depan Rumah Melayu Jalan Sutan Syahrir kemudian dilanjutkan ke Jalan Uray Bawadi, Pangeran Nata Kusuma, Dr Sutomo, dan berakhir lagi di depan Rumah Melayu. Pembukaan Festival Seni Budaya Melayu di Kota Pontianak ini juga dimeriahkan oleh pawai kendaraan roda dua yang unik dan sepeda ontel. Pawai ini dimulai dari rute Jalan Sutan Syahril, kemudian dilanjutkan ke Jalan Ahmad Yani, Veteran, Gajah Mada, Patimura, Jenderal Urip, Merdeka, Hasanuddin, Pancasila, Alianyang, Pangeran Natakusuma, Sutomo, dan berakhir di depan Rumah Melayu. Pembukaan festival ini juga akan menampilkan seni budaya Melayu tamu khusus dari Universiti Malaysia Sarawak dan UITM Sarawak. Mereka ikut menampilkan tari joget Sarawak dan ikut dalam pertandingan tari jepin.  Dalam acara pembukaan Festival Budaya Melayu ini, masyarakat sangat antusias mengikuti semua acara yang diadakan.
Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Chairil Effendy membuka acara festival ini dengan memberikan sedikit kata sambutan. Dalam sambutannya beliau berharap pergelaran Festival Seni Budaya Melayu VIII di Kota Pontianak menjadi momen mengembangkan budaya Melayu. Bisa menggali seni dan budaya Melayu agar terus berkembang dan lestari di Kalimantan Barat. seni dan tradisi Melayu harus terus dijaga. Dulu ketika orde baru, seni dan tradisi Melayu nyaris tak berkembang. Sekarang, era sudah berubah dan saatnya terus mengembangkan tradisi Melayu. Bentuk-bentuk seni dan budaya Melayu saat ini relatif tidak berkembang sehingga melalui FSBM akan melihat betapa kayanya kebudayaan Melayu di Kalimantan Barat. Bila seni dan budaya Melayu cemerlang, maka peradaban Melayu akan lebih gemilang serta berperan dalam kegemilangan peradaban Indonesia. Menurut Chairil Effendy ada dua agenda besar Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat akhir tahun 2012, yakni menyelenggarakan Festival Seni Budaya Melayu VIII dan Musyawarah Besar IV yang diselenggarakan lima tahun sekali. Mubes akan dilaksanakan 21 hingga 24 Desember. Dalam mubes tersebut akan dilakukan pemilihan kepengurusan Majelis Adat Budaya Melayu lima tahun ke depan. Chairil Effendy berharap ke depannya Festival Seni Budaya Melayu menjadi lebih ramai, dan bisa mengikutkan kelompok Melayu dari daerah lain. Selain itu, Festival ini akan menonjolkan segala sesuatu yang menjadi ciri khas Melayu. Seperti makanan khas melayu, permainan rakyat, dan berbagai macam seni. Mulai dari seni tari, seni musik, dan lain-lain.
Festival Seni Budaya Melayu VIII juga menggelar bermacam-macam tangkai (cabang) perlombaan, yaitu Tangkai Rancang Motif Melayu atau Teras Rumah Melayu, Tangkai Seni Silat, Lomba busana melayu tingkat anak-anak, Tangkai Merias Pengantin Melayu dan dan Tangkai Tari Jepin Tradisional yang diselenggarakan pada Selasa, 18 Desember 2012, Tangkai Syair Melayu, Tangkai Berbalas Pantun, Tangkai Tepung Tawar, Tangkai Vocal Group Lagu Daerah yang diselenggarakan pada Rabu, 19 Desember 2012, Tangkai Pamgkak dan Uri Gasing dan Tangkai Seni Hadrah yang akan diselenggarakan pada Kamis 20 Desember 2012. Festival Seni Budaya Melayu ini juga dimeriahkan dengan berbagai pameran dari Majelis Adat Budaya Melayu 13 Kabupaten atau Kota dan kuliner Melayu yang akan digelar di halaman Rumah Melayu. Masing-masing daerah memperlihatkan keunikan daerah masing-masing dalam pameran tersebut.


SEMINAR INTERNASIONAL MELAYU GEMILANG

            Pada tanggal 21 Desember 2012 kami mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi Universitas Tanjungpura menghadiri sebuah seminar bertajuk “ Seminar Internasional Melayu Gemilang “ di Hotel Orchadz. Sekitar pukul 14.00 kami tiba di Hotel Orchadz. Merupakan sebuah kehormatan bagi kami karena bisa menghadiri seminar yang bukan merupakan seminar yang biasa ini. Kami memasuki sebuah ruangan yang terdapat dilantai enam. Disana telah hadir beberapa orang pemateri. Saya mengamati makalah dari seorang pemateri yang bernama Dr. H. Ngusmanto, M.Si. Beliau merupakan seorang dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Materi yang disampaikan beliau berjudul “ Implementasi Budaya Organisasi Oleh Pelaku Bisnis Perkebunan Kelapa Sawit “ yang merupakan hasil dari penelitian beliau di PTPN ( Persero ) XIII Ngabang Kabupaten Landak. Beliau menjelaskan pelaku bisnis perkebunan menyimpang atau tidak mengimplementasikan budaya organisasi terkait dengan kebersamaan, kerukunan, tanggung jawab, loyalitas, kepatuhan terhadap norma perusahaan dan disiplin akan mengalami kesulitan untuk mewujudkan usaha yang maju bersama antar mereka secara berkelanjutan. Materi yang beliau sampaikan sangat menarik. Tapi sayangnya beliau menjelaskannya terlalu cepat, jadi sulit untuk dimengerti.

1 komentar:

  1. Tulisan pertama bagus. Tulisan kedua macam surat pembaca he he he

    BalasHapus